Senin, 25 Januari 2010

Kapan Waktu untuk Lupa

Saat kamu menyayangi seseorang dengan sepihak
atau merasa hubungan maju-mundur tiada ujungnya
dan kamu berpikir untuk mengakhiri saja; dengan arti melupakan dia...
apa kamu bisa kalau setengah hatimu yg lain tak menginginkannya?

sebenarnya saat kamu bilang ingin lupa, hatimu masih menginginkan ia tinggal
karena kamu masih senang mengingatnya, memujanya, mengharapnya
dan saat kamu bilang tak ingin mencarinya, apa hatimu tak merana?

Biarlah .....
cinta mencari apa yg dia inginkan
sampai kamu benar-benar lelah dan tidak menginginkannya...
memaksakan diri untuk lupa sama saja menyiksa dua kali lipat
majulah sampai kamu benar-benar capek
karena saat mengejar seseorang, "capek"nya itu kadang buat kangen

Hmmmm...
bicara ttg cinta
tak perlu kamu menghilangkan dia dalam ingatan
karena selama kamu ingin
dia masih terus di sana, ada dalam bagian hatimu

dan saat menemukan orang lain yg mungkin bisa menggantinya..
tanpa dipaksa pun dia akan hilang secara perlahan



"Bersyukurlah saat kamu masih bisa mencintai orang lain. ketiadaan cinta lebih menyakitkan daripada patah hati." Selama bisa berharap dan bermimpi, tak ada kata "menyerah"



2 komentar:

Sufren mengatakan...

saya suka banget dengan judulnya...

lupanya sebatas apa dulu.. lupa sampai tak ingat namanya lagi.. hmm.. g rasa itu terlalu kejam.. bagaimana kalau lupa (forget) diubah jd maaf (forgive).. jadi, daripada berhasrat utk lupa yang hanya buat hati semakin terluka, bagimana kalau kita maafkan saja cinta kita yang tidak bisa sempurna buatnya.. bukankah itu lebih bijak?

just my opinion

Riske mengatakan...

thanks sufren :)

hahahaha kalo ky gitu sih kelewatan ampe lupa nama. kalo yg dimaksudkan ama judulnya, melupakan ngga bs kita rencanain fren (kata 'kapan' di sini ga terprediksi)

gue setuju klo memaafkan lbh baik, bisa memaafkan diri sndiri dan dia yg ngga membalas cinta kita. melupakan bkn bearti kita ngga peduli dia, tp lbh ke arah lupain ttg 'sakit' yg mungkin dia buat :)

Posting Komentar