Minggu, 25 April 2010

Mari Belajar!

Kita pasti pernah gagal dan kecewa saat kita belajar untuk berubah. Bahkan ketika kita sudah merasa mampu, lalu gagal lagi. Sakit dan terkadang membuat kita sempat berpikir, lebih baik tidak pernah berubah.

Setiap proses belajar melalui banyak tahap sebelum kita menjadi ahli. Seperti belajar sepeda, kita pasti terjatuh dan terluka dulu sebelum akhirnya bisa mengebut kan? Manusia adalah ciptaan paling sempurna yang mampu belajar banyak hal...

Teman, saat kita belajar untuk mengampuni.. berapa banyak rasa sakit sebelum kita akhirnya mampu untuk memberi maaf? Itulah proses belajar. Sakit mengajarkan kita untuk tidak melakukan hal yang org lain lakukan pada kita.

Saat kita belajar untuk menghargai, pernahkah kita tidak dihargai sebelumnya? Semakin kita berusaha menghargai org lain, orang tsb malah semakin tdk menghargai kita. Dari situ belajarlah bahwa utk dihargai dan diterima membutuhkan waktu, jng lantas berhenti utk menghargai org tsb.

Saat kita belajar untuk mengasihi orang yang menyakiti kita, apakah pada awalnya kita merasakan kemarahan lalu berpikir buat apa mengasihi dia? Kemarahan mengajarkan kita bahwa kita sama seperti dia. Kalau api dibalas dengan api, kapankah padamnya?

Utk poin ketiga, gw sangat sering mengalami ini. Mengasihi orang dg tulus itu susah banget! Apalagi org itu selalu mengulang kesalahan yg sama. Ada kemarahan tiap kali gw inget kesalahan dia, dan kenapa gw harus berulang kali memberi maaf? Jawabannya, karena dari proses ini gw dituntun utk menjadi lebih sabar. tetapi, sabar berbeda dengan pasrah.

Poin berikutnya, saat kita belajar untuk menjadi sabar. Kita tidak secara tiba2 menjadi seorang yg sabar. Hal ini membutuhkan proses sangat panjang, bahkan bertahun-tahun. Karena manusia lebih banyak dikuasai oleh ketidaksabaran. Semakin ingin menjadi sabar, orang-orang di sekitar kita malah terasa sangat menjengkelkan. Inilah prosesnya. Jika tidak ada hal-hal seperti ini, dr mana kt belajar mjd sabar?

Saat kita belajar untuk tegas. Mengatakan YA jika kita menginginkannya, dan TIDAK jika kita tidak setuju atau menolak. Hal tersulit berikutnya adalah proses belajar utk tidak mudah terpengaruh dan pasrah pada kehendak org lain. Semakin kita ingin tegas, ada semacam ketakutan bagaimana reaksi mereka jika kita mengatakan TIDAK. Ketakutan tsb harus kita hancurkan, belajar mengatakan TIDAK dgn halus disertai alasan masuk akal.


Proses menuju dewasa memang proses yang menyakitkan. Ada keinginan untuk berubah tetapi di sisi lain ada tekanan dan ketakutan pada kegagalan. Saat kita belajar, pasti pernah kembali ke sikap kita yang semula. Seperti saat ada yang membuat marah, awal belajar pasti masih ada keinginan utk membalas agar timbul perasaan puas. Tetapi jika kita sadari, sebenarnya membalas sama dengan membuat masalah baru. Tidak akan ada habisnya, dan relasi kita dengan org tsb akan semakin buruk.

Kita memang perlu belajar bagaimana memperlakukan org lain saat kita disakiti. Tidak mudah menahan diri utk tidak mengucapkan perasaan sakit kita dgn tidak marah. Katakan apa yang membuat kita menjadi sakit, dan katakan terus terang mengenai perasaan kita secara hati-hati. Jangan membenci org tsb.





Sabtu, 17 April 2010

Kehendak1

Baru sekitar jam 1 pagi td gw menutup blog gw n skrg gw tergerak membukanya lg krn ada sesuatu lg yg gw dapet sebelom gw memejamkan mata... gw berharap isi blog gw bs mjd penyemangat, sukacita baru, dan pikiran yg lebih terarah oleh kasih Tuhan. :)

Ini mengenai kehendak. Seperti yg kita tahu, manusia mempunyai kehendak bebas. Manusia perlu being in the world (mengada dalam dunia) seperti dikatakan oleh tokoh psikologi aliran eksistensialisme. Being in the world berarti "pengalaman saya berharga untuk diri saya sendiri, saya yang bisa memecahkan masalah sendiri dan saya adalah penentu jalan hidup saya."

Manusia dengan kehendak bebas dihadapkan dengan banyak pilihan dalam hidup dan pilihan-pilihan itulah yang membawa manusia pada masalah baru atau penyelesaian. Tetapi manusia sering merasa dihadapkan oleh keadaan tanpa pilihan, kita tidak tahu harus bagaimana sehingga terpaku pada satu cara. Menganggap tidak ada pilihan dalam memecahkan masalah pun adalah PILIHAN.

Pernah ada pengalaman dr seorang tmn gw. Dia pernah ngomong ke gw, kalo hidup ini udah ga menyiapkan pilihan apa pun buat dia karena masalah dia dengan keluarganya sehingga dia harus berpisah dgn istrinya. Lalu tanpa banyak komentar, tiba2 keluar satu kalimat dari gw "Merasa tidak ada pilihan pun sebenarnya adalah pilihan " Ada alasan knp gw ngomong begini, krn dia bs memutuskan utk kembali dgn istrinya atau berpisah selamanya bukan membiarkan keadaan tetap sama tanpa perubahan sehingga ia mengatakan tidak ada pilihan sama sekali.

Ada contoh lain lagi bagaimana suatu pilihan menentukan akan kemana kita melangkah. saat kita memutuskan satu hal, kita berarti harus rela kehilangan satu hal lainnya yang tidak kita pilih dan siap menanggung konsekuensi dari pilihan kita... apapun itu...

Gw mau berbagi lg satu pengalaman yg semoga bisa menguatkan kalian yg merasa hidup sangat menekan dan pilihan-pilihan seakan tidak ada.

Beberapa tahun yg lalu, gw pernah sangat ingin punya pacar dan saat itu gw belum berdoa sehingga gw ga tau kalo ternyata gw belum siap menjalin hubungan serius. Gw sangat2 sayang dgn sahabat gw dr SMA sampe2 gw terus2an mengejar dia walaupun ga ada hasil apa2. sesuatu yg gw kira adalah hasil seperti misalnya dia ajk gw mkn berdua doang or ntn bioskop, itu semua bisa disebut dengan harapan kita sendiri akan apa yg kita mau dan akhirnya mempengaruhi pilihan kita. Sebenarnya gw bisa milih ngga saat dia ajk jln, tp knp gw slalu mau? krn lagi2 manusia pny kehendak bebas. Pdhl udah jelas2 setelah jln breng, dia ga nunjukkin sedikit pun ketertarikan dgn gw. Just friend, no more.. tp gw ttep aja mau diajakin jln sama dia trs gw ngarep n akhirnya gw jg yg skt. Ini yg disebut dgn salah menentukan pilihan.*

Knp gw milih jln sama dia? krn gw pkir dgn menolak berarti menghilangkan satu kesempatan bersama2 dgn dia utk mendekati dia sehingga gw mengabaikan pilihan satu lg utk menganggap dia seorang sahabat aja dan mencoba membuka hati utk yg lain.

Manusia diberikan kebebasan dan seringkali mengandalkan sgala sesuatunya dlm rencana sendiri bukan rencana Tuhan. Itu yang membuat manusia cepat2 mengambil keputusan tetapi keliru. --> Manusia tdk menanyakan pada Tuhan, apa yg sebaiknya dia lakukan? jg tidak menyerahkan pada kehendakNya saja.

Manusia boleh memilih, tetapi semua berdasarkan jawaban Tuhan. Kalau Tuhan blg tidak dan kita tetap memaksakan melakukan rencana kita, jng salahkan Dia jika akhirnya kita terluka atau gagal. Tetapi, jng menyesali pilihan yg telah kt buat jika akhirnya kt terluka krn dgn skt hati kita belajar. Kita belajar ttg mengampuni, bljr ttg kasih dan kesabaran, jg bagaimana cara Tuhan mendekatkan diri pada kita.


Hidup itu seni untuk memilih. Hidup ini berupa cabang-cabang jalan kemana kita harus menentukan arah langkah, menentukan batu mana yang harus kita pijak, dan akhirnya sampai di atas bukit.




Jumat, 16 April 2010

Jangan bilang "Aku mencintaimu... " Jika.....

Huff.. ud lama bnr gw kaga nulis2. mau nulis apaan aja gw lg buntu nh... ad ap dgn gw yh? T.T apa ad hub nya dgn salah satu penyakit mematikan yg ga ad obatnya di apotik?
apa coba ? hihi..

yaaa... bs dibilang gw lg skt rindu! rindu ama kekasih gw selama 4 bln ini.. huff.. entah krn gw jg lg kesepian kali yh jd makin menjadi tuh penyakit! pdhl ud jrg gw melan ky begini tp akhir2 ni lg kembali kumat. gw ga mau blg gw ga tau penyebabnya...haha krn gw ud tau..... (misterius mode on)*

teman, mau sekedar sharing aja. hmm kalo kita mulai mencintai seseorang, rasanya hidup ini mjd jauh berbeda. apa bedanya? gw coba sebutin deh,(cuma coba loh jd kalo menurut anda salah, jng salahkan saya..wkwk) --> pasti tiap org pny pendapat masing2 ttg dmn letak perubahannya.

Pertama, pikiran jd berubah --> yg gw inget bertambah satu lg, mikir apa dia baik2 aja, mikir buat rangkai kata2 kalo semua kata2 yg keluar utk kebaikan dia, mikir apa gw nyakitin dia or ga, mikir bgmn jd yg terbaik buat dia
Kedua, tindakan jd berubah --> yg td ny mungkin gw ga peduli siapa dia, skrg jd peduli en pengen tau ttg dia lbh byk, lbh sering menanyakan keadaan dia, tanggung jwb jd ngerasa bertambah krn ad satu org lg yg berarti, ngerasa bersalah kalo suatu wkt gw ga ad saat dia butuh, berkorban buat dia

cinta itu = berubah utk kepentingan pasangan kita
BUKAN
merubah pasangan kita utk kepentingan kita

kalo kamu blg mencintai seseorang tp ga ad yg berubah dr kamu, jng pernah blg kalo kamu mencintai orang itu karena kamu belum siap mencintainya.

Mencintai seseorang, berarti kamu siap menerima segala kekurangannya.
Mencintai seseorang, berarti kamu rela untuk mengorbankan 24 jam dalam hidupmu untuk beberapa kepentingannya bukan hanya mendahulukan kepentinganmu
Mencintai seseorang, berarti kamu siap melepas dia jika kamu memang bukan untuknya dan ada yg lebih baik dari kamu
Mencintai seseorang, tidak berkata "aku memilikinya", tetapi "aku mengasihi karena dia adalah hidupku dan anugerah dari Tuhan"
Mencintai seseorang, tidak berarti kamu mengutamakannya dan jd melupakan Tuhan
Mencintai seseorang, berarti kamu harus rela meninggalkan yang negatif dan memperbanyak yg positif untuk membahagiakannya
Mencintai seseorang, kamu jg harus kuat untuk merasa sakit saat kehilangan banyak hal yg mungkin mjd kesenanganmu saat kamu belum bersamanya

Mencintai seseorang sesungguhnya adalah kesempatan memulai hidup baru saat kamu mempercayakan dia dalam hidupmu, menjadi bagian dalam mimpi2 dan harapanmu, menjadi kekuatan saat kamu lelah dan menjadi nafas saat kamu sesak dlm hidupmu.



" Jng bilang kamu mencintai seseorang jika belum siap mengalami perubahan. "