Setiap proses belajar melalui banyak tahap sebelum kita menjadi ahli. Seperti belajar sepeda, kita pasti terjatuh dan terluka dulu sebelum akhirnya bisa mengebut kan? Manusia adalah ciptaan paling sempurna yang mampu belajar banyak hal...
Teman, saat kita belajar untuk mengampuni.. berapa banyak rasa sakit sebelum kita akhirnya mampu untuk memberi maaf? Itulah proses belajar. Sakit mengajarkan kita untuk tidak melakukan hal yang org lain lakukan pada kita.
Saat kita belajar untuk menghargai, pernahkah kita tidak dihargai sebelumnya? Semakin kita berusaha menghargai org lain, orang tsb malah semakin tdk menghargai kita. Dari situ belajarlah bahwa utk dihargai dan diterima membutuhkan waktu, jng lantas berhenti utk menghargai org tsb.
Saat kita belajar untuk mengasihi orang yang menyakiti kita, apakah pada awalnya kita merasakan kemarahan lalu berpikir buat apa mengasihi dia? Kemarahan mengajarkan kita bahwa kita sama seperti dia. Kalau api dibalas dengan api, kapankah padamnya?
Utk poin ketiga, gw sangat sering mengalami ini. Mengasihi orang dg tulus itu susah banget! Apalagi org itu selalu mengulang kesalahan yg sama. Ada kemarahan tiap kali gw inget kesalahan dia, dan kenapa gw harus berulang kali memberi maaf? Jawabannya, karena dari proses ini gw dituntun utk menjadi lebih sabar. tetapi, sabar berbeda dengan pasrah.
Poin berikutnya, saat kita belajar untuk menjadi sabar. Kita tidak secara tiba2 menjadi seorang yg sabar. Hal ini membutuhkan proses sangat panjang, bahkan bertahun-tahun. Karena manusia lebih banyak dikuasai oleh ketidaksabaran. Semakin ingin menjadi sabar, orang-orang di sekitar kita malah terasa sangat menjengkelkan. Inilah prosesnya. Jika tidak ada hal-hal seperti ini, dr mana kt belajar mjd sabar?
Saat kita belajar untuk tegas. Mengatakan YA jika kita menginginkannya, dan TIDAK jika kita tidak setuju atau menolak. Hal tersulit berikutnya adalah proses belajar utk tidak mudah terpengaruh dan pasrah pada kehendak org lain. Semakin kita ingin tegas, ada semacam ketakutan bagaimana reaksi mereka jika kita mengatakan TIDAK. Ketakutan tsb harus kita hancurkan, belajar mengatakan TIDAK dgn halus disertai alasan masuk akal.
Proses menuju dewasa memang proses yang menyakitkan. Ada keinginan untuk berubah tetapi di sisi lain ada tekanan dan ketakutan pada kegagalan. Saat kita belajar, pasti pernah kembali ke sikap kita yang semula. Seperti saat ada yang membuat marah, awal belajar pasti masih ada keinginan utk membalas agar timbul perasaan puas. Tetapi jika kita sadari, sebenarnya membalas sama dengan membuat masalah baru. Tidak akan ada habisnya, dan relasi kita dengan org tsb akan semakin buruk.
Kita memang perlu belajar bagaimana memperlakukan org lain saat kita disakiti. Tidak mudah menahan diri utk tidak mengucapkan perasaan sakit kita dgn tidak marah. Katakan apa yang membuat kita menjadi sakit, dan katakan terus terang mengenai perasaan kita secara hati-hati. Jangan membenci org tsb.



1 komentar:
benar2...^^
Posting Komentar