Baru sekitar jam 1 pagi td gw menutup blog gw n skrg gw tergerak membukanya lg krn ada sesuatu lg yg gw dapet sebelom gw memejamkan mata... gw berharap isi blog gw bs mjd penyemangat, sukacita baru, dan pikiran yg lebih terarah oleh kasih Tuhan. :)
Ini mengenai kehendak. Seperti yg kita tahu, manusia mempunyai kehendak bebas. Manusia perlu being in the world (mengada dalam dunia) seperti dikatakan oleh tokoh psikologi aliran eksistensialisme. Being in the world berarti "pengalaman saya berharga untuk diri saya sendiri, saya yang bisa memecahkan masalah sendiri dan saya adalah penentu jalan hidup saya."
Manusia dengan kehendak bebas dihadapkan dengan banyak pilihan dalam hidup dan pilihan-pilihan itulah yang membawa manusia pada masalah baru atau penyelesaian. Tetapi manusia sering merasa dihadapkan oleh keadaan tanpa pilihan, kita tidak tahu harus bagaimana sehingga terpaku pada satu cara. Menganggap tidak ada pilihan dalam memecahkan masalah pun adalah PILIHAN.
Pernah ada pengalaman dr seorang tmn gw. Dia pernah ngomong ke gw, kalo hidup ini udah ga menyiapkan pilihan apa pun buat dia karena masalah dia dengan keluarganya sehingga dia harus berpisah dgn istrinya. Lalu tanpa banyak komentar, tiba2 keluar satu kalimat dari gw "Merasa tidak ada pilihan pun sebenarnya adalah pilihan " Ada alasan knp gw ngomong begini, krn dia bs memutuskan utk kembali dgn istrinya atau berpisah selamanya bukan membiarkan keadaan tetap sama tanpa perubahan sehingga ia mengatakan tidak ada pilihan sama sekali.
Ada contoh lain lagi bagaimana suatu pilihan menentukan akan kemana kita melangkah. saat kita memutuskan satu hal, kita berarti harus rela kehilangan satu hal lainnya yang tidak kita pilih dan siap menanggung konsekuensi dari pilihan kita... apapun itu...
Gw mau berbagi lg satu pengalaman yg semoga bisa menguatkan kalian yg merasa hidup sangat menekan dan pilihan-pilihan seakan tidak ada.
Beberapa tahun yg lalu, gw pernah sangat ingin punya pacar dan saat itu gw belum berdoa sehingga gw ga tau kalo ternyata gw belum siap menjalin hubungan serius. Gw sangat2 sayang dgn sahabat gw dr SMA sampe2 gw terus2an mengejar dia walaupun ga ada hasil apa2. sesuatu yg gw kira adalah hasil seperti misalnya dia ajk gw mkn berdua doang or ntn bioskop, itu semua bisa disebut dengan harapan kita sendiri akan apa yg kita mau dan akhirnya mempengaruhi pilihan kita. Sebenarnya gw bisa milih ngga saat dia ajk jln, tp knp gw slalu mau? krn lagi2 manusia pny kehendak bebas. Pdhl udah jelas2 setelah jln breng, dia ga nunjukkin sedikit pun ketertarikan dgn gw. Just friend, no more.. tp gw ttep aja mau diajakin jln sama dia trs gw ngarep n akhirnya gw jg yg skt. Ini yg disebut dgn salah menentukan pilihan.*
Knp gw milih jln sama dia? krn gw pkir dgn menolak berarti menghilangkan satu kesempatan bersama2 dgn dia utk mendekati dia sehingga gw mengabaikan pilihan satu lg utk menganggap dia seorang sahabat aja dan mencoba membuka hati utk yg lain.
Manusia diberikan kebebasan dan seringkali mengandalkan sgala sesuatunya dlm rencana sendiri bukan rencana Tuhan. Itu yang membuat manusia cepat2 mengambil keputusan tetapi keliru. --> Manusia tdk menanyakan pada Tuhan, apa yg sebaiknya dia lakukan? jg tidak menyerahkan pada kehendakNya saja.
Manusia boleh memilih, tetapi semua berdasarkan jawaban Tuhan. Kalau Tuhan blg tidak dan kita tetap memaksakan melakukan rencana kita, jng salahkan Dia jika akhirnya kita terluka atau gagal. Tetapi, jng menyesali pilihan yg telah kt buat jika akhirnya kt terluka krn dgn skt hati kita belajar. Kita belajar ttg mengampuni, bljr ttg kasih dan kesabaran, jg bagaimana cara Tuhan mendekatkan diri pada kita.
Hidup itu seni untuk memilih. Hidup ini berupa cabang-cabang jalan kemana kita harus menentukan arah langkah, menentukan batu mana yang harus kita pijak, dan akhirnya sampai di atas bukit.



2 komentar:
dan lu akan memilih utk selalu menulis blog ini kan!?? hehe
hahaha..
iya Fren :)
thanks yh slalu bc blog gw! terharu*
Posting Komentar